Fungsi Pemilu
Apa Fungsi Pemilihan Umum (Pemilu)?
Pemilu diselenggarakan dalam rangka mewujudkan gagasan kedaulatan rakyat atau sistem pemerintahan demokrasi. Karena rakyat tidak mungkin memerintah negara secara langsung, diperlukan cara untuk memilih wakil yang akan mewakili rakyat dalam menjalankan roda pemerintahan suatu negara selama jangka waktu tertentu. Pemilu sebagai sarana demokrasi politik memiliki empat fungsi, yakni sebagai berikut.
Pemilu diselenggarakan dalam rangka mewujudkan gagasan kedaulatan rakyat atau sistem pemerintahan demokrasi. Karena rakyat tidak mungkin memerintah negara secara langsung, diperlukan cara untuk memilih wakil yang akan mewakili rakyat dalam menjalankan roda pemerintahan suatu negara selama jangka waktu tertentu. Pemilu sebagai sarana demokrasi politik memiliki empat fungsi, yakni sebagai berikut.
1. Prosedur rakyat dalam memilih dan mengawasi pemerintahan
Melalui pemilu, rakyat memilih wakil-wakilnya yang akan duduk di lembaga legislatif. Wakil-wakil itu akan menjalankan kedaulatan yang didelegasikan kepadanya. Pemilu merupakan proses pemungutan suara secara demokratis untuk seleksi anggota perwakilan dan juga organ pemerintahan. Fungsi ini disebut sebagai fungsi perwakilan politik.
2. Legitimasi politik
Pemerintahan yang terbentuk melalui pemilu memang menjadi pilihan rakyat sehingga memiliki keabsahan. Pemerintahan yang absah akan merumuskan program dan kebijakan yang akan ditaati oleh rakyat. Rakyat akan tunduk dan taat sebagai konsekuensi atas pilihan dan partisipasi politik yang telah dilakukan. Dalam sistem demokrasi, kehendak rakyat merupakan dasar bagi keabsahan pemerintahan.
3. Mekanisme pergantian elit politik
Dengan pemilu, rakyat dalam kurun waktu tertentu dapat mengganti elit politik dengan yang lainnya berdasarkan pilihannya. Putusan tersebut bergantung pada penilaian rakyat terhadap kinerja para elit politik di masa lalu. Jika para elit politik yang telah dipilih di masa lalu dianggap tidak mampu memenuhi harapan rakyat, orang itu cenderung tidak akan dipilih kembali kemudian menggantinya dengan elite politik yang baru.
4. Pendidikan politik
Fungsi pendidikan politik melalui pemilu merupakan pendidikan yang bersifat langsung, terbuka, dan massal karena dapat meningkatkan pemahaman dan kesadaran masyarakat dalam berdemokrasi. Melalui fungsi pendidikan politik inilah pemilu berperan sebagai sarana pengembangan budaya politik demokratis. Oleh sebab itu, pemilu harus dilaksanakan secara demokratis pula.
Faktor Pendorong Munculnya Politik Suap Dalam Pemilu
Suap menyuap merupakan tindakan menyalahgunakan kekuasaan dalam rangka tujuan pribadi atau kelompoknya dalam rangka mempercepat proses birokrasi. Tindakan ini tidak dibenarkan karena bisa merugikan negara. Disamping itu, bisa menghambat pembangunan. Anggaran yang seharusnya digunakan untuk kepentingan masyarakat jadi beralih untuk kepentingan sendiri atau kelompok. Adapun factor yang menyebabkan menjamurnya kasus ini yaitu
A. Faktor Persaingan
Sebagai Negara yang Demokrasi dan negara yang menjunjung tinggi HAM maka tidak heran di Indonesia banyak tokoh tokoh,kanidat kanidat politik yang ingin merebut kursi jabatan/menjadi penguasa di Negara Kesatuan Indonesia ini.dengan banyaknya keinginan tersebut maka timbulah persaingan di antara masing masing kelompok politim yang mana masing masing kelompok mempunyai strategi masing masing dalam memenagkan peperangan.contohnya saja dalam mencuri suara rakyat,dengan adanya persaingan maka masing masing kelompok politik menggempur sebuah cara agar mendapatkan suara rakyat terbanyak melalui politik uang(Money politik) seperti serangan fajar misalnya.
Maka tidak heran bahwa faktor persainganlah yang terutama memicu munculnya money politik di Indonesia meskipun persaingan tersebut tergolong persaingan yang tidak sehat.tetapi dalam politik tidak mengenal haram dan halalnya.
B. Faktor Ekonomi
Keterpurukan Ekonomi di Indonesia dan masih banyaknya angka kemiskinan yang menjadi latar belakangnya politik uang(many politik).para tokoh politik (kanidat)menganggap rakyat adalah seorang yang materealistis,yang mudah terbuai oleh Rupiah,sehingga suara rakyat pun dapat di nilaunya dengan uang
Masyarakat yang memang sangat membutuhkan uang ,sangat ikhlas dan rela suaranya di hargai oleh para pelaku money politik,menurut orang dari kalangan ekonomi kurang hal tersebut malah merupakan kesempatan emas untuk memperoleh Uang,sangat rugi jika suaranga tidak di hargai se sen pun.oleh karena itu jangan heran orang dari kalangan bawah justru menunggu adanya money politik tersebut,lewat serangan fajar misalnya.
C. Faktor Pengawasan
Kurangnya pengawasan atau tidak jalannya pengawasan terhadap pemilu merupakan latar belakang yang membuat berjamurnya politik uang di Indonesia,hal tersebut terjadi karena orang yang mengawas/aparat yang mengawas justru ikut serta dalam pelaksanaan money politik tersebut.di jaman sekarang ini apa sih yang tidak jika ratusan bahkan jutaan rupiah ada di depan mata.jangankan aparan mungkin binatang jika bias bicara mereka akan berkata”mana bagian ku”sangat menyedihkan
The main function is the election are:
• Media for the people to voice their opinions
• Changing policies
• Changing the rule
• Demanding accountability
• Supply of local aspirations
funsi utama pemilu yaitu:
• Media bagi rakyat untuk menyuarakan pendapatnya
• Mengubah kebijakan
• Mengganti pemerintahan
• Menuntut pertanggung jawaban
• Menyalurkan aspirasi local
faktor yang mempengaruhi dalam pemilu adalah :
faktor persaingan
faktor ekonomi dan
faktor pengawasan
factors affecting the election is:
competition factor
economic factors and
factor surveillance.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar